<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814</id><updated>2011-04-21T12:25:56.330-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Mercusuar</title><subtitle type='html'>Jurnal Penjaga Mercusuar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-3454659782959853868</id><published>2009-04-17T07:09:00.001-07:00</published><updated>2009-04-17T08:01:15.515-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/SeiZLpMI2UI/AAAAAAAAAXI/WniPpZpyNus/s1600-h/socratescafebook.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325674984679987522" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/SeiZLpMI2UI/AAAAAAAAAXI/WniPpZpyNus/s400/socratescafebook.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Prepare your proof before your argue !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:100%;" &gt;-- Jewish Proverb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-3454659782959853868?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/3454659782959853868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/way-how-to-survive-like-every-single.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/3454659782959853868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/3454659782959853868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/way-how-to-survive-like-every-single.html' title=''/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/SeiZLpMI2UI/AAAAAAAAAXI/WniPpZpyNus/s72-c/socratescafebook.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-1031635844176721551</id><published>2009-04-17T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T06:56:56.507-07:00</updated><title type='text'>Manuskrip Bangsa di Kampung Naga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N4ihFQEVI/AAAAAAAAAIA/9VChu0BiESU/s1600-h/IMG_0016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N4ihFQEVI/AAAAAAAAAIA/9VChu0BiESU/s200/IMG_0016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180116530797482322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Kampung Naga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;, “menarik” ucapku, sebuah kawasan  budaya yang terletak di propinsi Jawa Barat. Desa ini merupakan perkampungan tradisional yang dihuni masyarakat Sunda, secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai pedesaan itu kru Keadilan memulai perjalanan dari kota Bandung, menuju arah ke tenggara melalui rute kota Garut. Dalam perjalanan kami harus melewati jalan – jalan pegunungan dengan tikungan tajam dan tebing disekitarnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 78 kilometer, akhirnya kami sampai pada tempat yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengendara mobil, tidak bisa langsung mencapai dusun, kendaraan harus parkir diarea parkir yang disediakan cukup luas dengan dikelilingi sejumlah kios kerajinan maupun makanan dan minuman. Di pintu masuk terdapat pelataran parkir yang cukup luas, serta banyaknya warung – warung yang berjajar bagi para pelancong untuk beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terik panas kala itu tak mengurangi rasa penasaran kami, langkah demi langkah ditapaki tapi tak kunjung jua nampak akan bangunan yang konon sangat eksotik itu. Untuk mencapai kesana para pelancong harus menuruni tangga yang jumlahnya 325 buah, tangga ini sungguh unik karena dikedua sisinya terdapat saluran aliran air dari dataran tinggi yang nantinya mengalir ke area persawahan, hal ini memperkuat kesan pedesaan yang masih orisinil. Perlahan kami turuni setiap anak tangga dan ketika baru ¼-nya disana kami dapat melihat pemandangan langsung sebuah tatanan pedesaan Kampung Naga yang sangat khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N7lRFQEXI/AAAAAAAAAIQ/uD5IuIMoTdQ/s1600-h/IMG_0003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N7lRFQEXI/AAAAAAAAAIQ/uD5IuIMoTdQ/s200/IMG_0003.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180119876577005938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Lalu saya percepat langkah untuk mencari posisi yang tepat untuk melihat – lihat lebih jauh kedalam. “Lihat jeff! pemandangan disini lebih jelas” bermaksud memanggil Jeff fotografer Keadilan yang saat itu jauh berada dibelakang. Namun saat itu tidak direspon olehnya. “Aduh ternyata dia sudah lebih dahulu mengambil posisi di galengan sawah” kesimpulanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus berjalan meninggalkan rekan yang sedang mengambil angle untuk kebutuhan dokumentasi reportase, mata saya disuguhi oleh panorama alam yang dikelilingi sawah – sawah pedesaan sembari mencicipi pemadangan langka ini:  Bukit - bukit, pohon-pohon kelapa serta hamparan sawah di bawah sana memiliki magnet tersendiri yang membuai kami sehingga tak disadari tangga – tangga habis kita turuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menuruni tangga terdapat rute kecil, dipinggir sebelah kanan menuju pedesaan terdapat sungai Ciwulan. Air gemericik mengalir di sela – sela bebatuan besar yang bertebaran di sungai  tersebut. Disebelah kiri terdapat area persawahan yang pada saat siang itu sedang digarap oleh para pemuda dan orang tua warga sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Kampung Naga, menurut saya tidak banyak dijumpai keunikan. Layaknya pedesaan kehidupan warga disana juga tidak berbeda dengan warga dusun pada umumnya. Dalam keseharian selain bercocok tanam, beternak ayam, kambing maupun ikan, ada juga yang menjadi pedagang di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari masyarakat pada zaman leluhurnya, masyarakat Kampung Naga mampu bercampur dengan adatnya. Bagian dari masyarakatnya bisa menerima kemoderenan seperti listrik atau barang elektronik namun mereka masih memelihara nilai – nilai adat leluhur seperti bangunan rumah terbuat dari awi (kayu), menanam pare (padi) varietas lokal, miara leuweung (memelihara hutan) dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Naga ini merupakan satu areal pedesaan yang dari dahulu tidak pernah berubah bentuk dari segi tatanan lingkungannya. Ketika masuk perkampungan kesan bersih dan rapih yang kami dapat. Pada saat itu kami melewati sebagian pemuda dan orang tua yang sedang berbincang – bincang, “Ayo rul kita hampiri kumpulan warga itu” ungkap Jeff. Lalu kita menghampiri kumpulan tersebut, mereka menyambut “kadieu jang mangga calik (kesini dek silahkan duduk) ” ujar orang tua yang sedang asik berbincang itu. “Sumuhun pak nuhun (iya pak terimakasih)” jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami dipersilahkan duduk di halaman rumah mereka, kami berkenalan dengan bapak tersebut yang juga sebagai kuncen Kampung Naga, biasa dipanggil pak Hen Hen.  Tentunya sebelum menanyakan lebih jauh tentang desa yang luasnya sekitar 1,5 hektar, saya menanyakan hari apa saja Sanaga (warga Kampung Naga) dilarang membicarakan tentang adat istiadat mereka, “dina dinten salasa, rebo, jeung sabtu teu kenging ngobrolkeun masalah adat istiadat” jawab kuncen yang bahasanya campur Sunda – Indonesia. Hari-hari tersebut merupakan hari menyepi, di mana warga Sanaga pantang melakukan perbincangan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan adat istiadat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berbincang bincang mata saya menerawang ke setiap sudut kampung ini.  Terdapat beberapa bangunan yang cukup besar yakni Masjid, Balai Pertemuan untuk mengadakan acara – acara setempat dan Bumi Ageung, yang disebut-sebut tempat menyimpan benda-benda yang dianggap keramat. Tidak setiap orang dan setiap saat boleh masuk ke bangunan tersebut. Hanya bagi orang-orang tertentu, tempat itu boleh dimasuki yaitu ketika warga mengadakan upacara adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N6LRFQEWI/AAAAAAAAAII/pM_f_KvGK9U/s1600-h/IMG_0007.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N6LRFQEWI/AAAAAAAAAII/pM_f_KvGK9U/s320/IMG_0007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180118330388779362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Salah satu sudut kampung Naga yang klasik!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat larangan atau pamali lain yaitu seperti tidak diperbolehkan untuk memasuki hutan larangan apalagi melakukan penebangan terhadap hutan yang berada di sebelah barat dan timur kampung tersebut. Konon tidak ada seorang warga yang berani masuk bahkan hingga aparat pemerintah pun juga dilarang masuk. Untuk hal ini ditanggapi Hen Hen, "karena hal itu pamali tidak boleh dilanggar” tegasnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Kampung Naga percaya bahwa dengan mematuhi adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para karuhun atau leluhur mereka. Jika mereka melanggar adat, tidak menghormati karuhun, hal ini diyakini mereka akan menimbulkan malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dinamakan Kampung Naga? Hal ini masih menjadi misteri hingga saat ini, karena tidak ada referensi yang mengungkap asal-usul nama itu. Para sesepuh kampung juga tak mengetahui mengapa kampung kecil itu persis dengan nama ular raksasa. Tidak hanya itu, asal – usul warga kampung ini masih terdapat perbedaan pendapat, contoh pendapat yang menyatakan bahwa warga asli kampung Naga ini berasal dari keturunan seorang prajurit Mataram yang kalah dalam peperangan melawan Belanda (Batavia) dan mendirikan tempat tinggal sendiri di kampung Naga tersebut. Pendapat ini didasarkan kepada pendirian  sebuah candi Cangkuang yang tidak jauh dari kampung ini sekitar 40 km ke arah Barat.Ketika kami kroscek, “kami asli keturunan dari Sunda” jawaban salah seorang warga kampung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbincang bincang kami memutuskan untuk berjalan – jalan mengitari kawasan desa. Perkomplekan rumah warga Sanaga antara satu rumah dengan rumah lainnya terlihat sangat berdekatan, hanya sekitar 1,5 meter. Atap hitam dari bahan ijuk hitam mengkilat merupakan bahan utama atap rumah mereka. Kawasan kampung yang berada di pundak bukit memungkinkan untuk dibangun permukiman secara bertingkat tingkat, untuk menopang rumah mereka menggunakan batu batu yang diambil dari sungai Ciwulan. “Wah masih orisinil semua nih” ungkap saya. Lebih lanjut kami takjub pada fasilitas berwudhu yang masih menggunakan ailiran mata air dari bukit pegunungan. Alih alih penasaran kami berwudhu disana karena telah memasuki waktu Ashar. “Huh, dasar orang kota” ungkap rekanku Jeff, “Hahahah itu kamu tuh” jawabku. Ketika memasuki masjid tua dengan dinding bilik yang telah dimakan usia dengan Bedug usang sebagai pasangannya, beralaskan samak menambah rona tradisional dusun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Sanaga telah terbiasa kedatangan tamu dari dalam maupun luar negeri seperti Jepang, Korea, Australia maupun Eropa. Kunjungan mereka ialah melakukan penelitian atau sekedar tamasya budaya. Para peneliti baik itu yang berasal dari domestik maupun luar negeri tinggal bersama dengan Sanaga di rumah – rumah  warga yang selalu terbuka menerima untuk tinggal bersama selama penelitian. Menurut keterangan warga pada saat kami berkunjung terdapat seorang Antropolog Universitas Gadjah Mada yang sedang melakukan riset, namun kami tidak sempat menemuinya dikarenakan peneliti tersebut sedang berada diluar kawasan kampung Naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana juga bertemu dengan rombongan dari Banten, mereka masyarakat dari Badui yang hendak mencari informasi tentang arsitektur dusun ini. Sambil nongkrong ditengah – tengah Sanaga kami ngobrol banyak bertukar informasi, karena masyarakat Badui dan Sanaga memiliki kesamaan yakni mereka masih memegang teguh adat istiadat dari Karuhun mereka. Menurut salah seorang kelompok dari Banten Jajang “Kelebihan kampung Naga terletak dari arsitektur perumahan yang masih asli dan tidak berubah dari masa ke masa”. “Hal ini yang menjadi alasan kunjungan kami” tambah Jajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa waktu telah menjelang sore, cuaca pada saat itu mendung. Sedikit malas rasanya untuk beranjak pergi dari desa ini yang telah menyuguhi kami atmosfir pedesaan yang tenang dan bersahaja. Banyak yang dapat diambil dari Sanaga yaitu kehidupan yang senantiasa menjaga alamnya dengan memanfaatkan tanpa merusak. Selain ketaatan pada hukum, hal yang perlu ditiru adalah sifat kesederhanaan dalam hidupnya, mereka tidak konsumtif. Semua kebutuhan sebisa mungkin dipenuhi dari hasil olahan dan barang yang ada. Bahkan bagi warga setempat tidak perlu banyak uang, jika akan membangun atau membuat sesuatu, cukup dengan gotong royong keinginan mereka sudah bisa terpenuhi. Tidak seperti bangsa ini yang masuk peringkat 5 besar dalam praktek – praktek korupsinya karena selalu merasa kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja nilai - nilai kampung Naga ini dapat dijadikan contoh bagi seluruh komponen bangsa. Karena kampung Naga merupakan salah satu dari sekian ciri identitas Indonesia yang plural, dan hingga kini budayanya  masih dan akan terus bertahan ditengah arus moderenitas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-1031635844176721551?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/1031635844176721551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/manuskrip-bangsa-di-kampung-naga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/1031635844176721551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/1031635844176721551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/manuskrip-bangsa-di-kampung-naga.html' title='Manuskrip Bangsa di Kampung Naga'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R-N4ihFQEVI/AAAAAAAAAIA/9VChu0BiESU/s72-c/IMG_0016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-4246830759666846793</id><published>2009-04-17T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T06:54:08.478-07:00</updated><title type='text'>Beragama Secara Rasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Judul   : Bertuhan Tanpa Agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Judul Asli  : Russell on Religion&lt;br /&gt;Editor   : Louis Greenspan and Stefan Andersson&lt;br /&gt;Penerjemah  : Imam Baehaqi&lt;br /&gt;Penerbit  : Resist Book&lt;br /&gt;Cetakkan   : Mei 2008&lt;br /&gt;Tebal   : 321 halaman, i – xxxvi, 14 x 21 cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SEkTaNP105I/AAAAAAAAAJ8/Eabjfop_fW4/s1600-h/files.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SEkTaNP105I/AAAAAAAAAJ8/Eabjfop_fW4/s200/files.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208715784984318866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Kekerasan mengatasnamakan agama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt; oleh sekelompok yang menyatakan diri mereka beriman, membuat sebagian orang bertanya. Apakah masih relevan untuk bertuhan dengan beragama saat ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms';"&gt;Kasus kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah, penodaan tempat ibadah, ataupun sikap kekerasan mengatasnamakan agama merupakan contoh ekspresi keberagaman yang tidak masuk akal. Padahal setiap agama di dunia mengajarkan nilai-nilai universal untuk tidak bertindak merusak. Hal yang demikian menimbulkan pertanyaan mengapa sulitnya beragama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Bertrand Russell hal tersebut karena tidak cukup bukti atas rasionalnya agama-agama di dunia. Ia menulis “Why I am not Christian?”, kritik pedas ditujukan kepada kekristenan karena konteks hidupnya banyak diwarnai oleh kekristenan, lagi-lagi dikarenakan bukti dogma yang tidak humanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Russell filosof yang menyatakan saat menginjak dewasa ia telah selesai dengan persoalan agama, yang mana ia tidak mempercayai kehendak bebas, kehidupan setelah mati, hingga kepercayaan pada Tuhan. Semasa hidupnya telah disita oleh kajian filsafat logika, epistimologi, metafisika, dan juga  banyak menulis persoalan moral, agama dan politik. Namun ternyata dari esai-esai yang ia tulis malah menunjukan pergulatan tentang agama kian terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia banyak diilhami oleh para pemikir bebas dan kaum humanis, menganggap agama sebagai penyakit yang timbul dari rasa takut dan apabila umat manusia diajak berpikir tentang kehidupan sesudah kematian atau tentang eksistensi Tuhan hanya akan menjadi sumber penderitaan yang tak terungkapkan. Anekdot terkenal Russell ketika ditanya apa yang akan dilakukannya setelah meninggal dan ternyata Tuhan itu ada, ia akan bertanya “God, the evidences is not enough”. Dengan kata lain Tuhan tidak memberikan bukti yang cukup sehingga ia tidak beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini merupakan kumpulan esai Russell yang percaya bahwa agama seharusnya mampu membawa peran dan sumbangsih menjaga nilai-nilai kemanusiaan namun diekspresikan melalui kritikan pedas. Karena melihat kenyataan atas kecenderungan agama-agama di dunia yang memiliki potensi menciptakan ancaman dan pelanggaran besar terhadap kehidupan beragama yang plural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang agnostik (menunda keyakinan tentang ada atau tidaknya Tuhan), Russel dikenal Max Webber sebagai pribadi yang religius, meskipun hanya sedikit yang mempercayai gambaran yang demikian. Bagaimana mendekati pemikiran Russell? Salah satunya dengan cara mempertimbangkan tulisan agama dan anti-agama secara terpisah, begitulah cara para pengkaji karya – karya pribadi yang religius sekaligus sekuler ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dalam spritualitasnya tidak percaya bahwa keburukan diciptakan oleh Tuhan, “Saya sendiri tidak setuju bahwa adalah logis berpendapat bahwa kejahatan telah diciptakan oleh sang pencipta yang sepenuhnya baik” (hlm 105). Russell sangat menghargai dan menghormati agama-agama lokal seperti Taoisme dan Konfusianisme serta Buddhisme pada tahap awal, karena agama-agama tersebut mengedepankan etika daripada dogma, dan dalam kenyataannya memang ketiga agama itu yang paling sedikit dalam menyumbang kekerasan atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigmund Freud memperkuat kritik Russell dalam karya terakhirnya The Future Illusion. Freud mendeskripsikan agama di masa lalu merupakan hal penting bagi peradaban, tetapi agama sekarang kehilangan kekuatannya untuk membendung anarki. Pun penjelasan dimasa lampau yang memberikan jawaban-jawaban berbentuk mistik atau keajaiban saat ini telah banyak terjawab oleh kemajuan teknologi. Maka tidak heran trend spiritualitas di dunia Barat menjadi mengemuka dibandingkan untuk memilih beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang berjudul Bertuhan Tanpa Agama menawarkan pembaca atas perkembangan pemikiran Russell tentang agama. Kekurangan buku ini dari segi penerjemahan , bahasa buku ini terasa kaku sehingga ada beberapa kalimat yang masih sukar untuk dimengerti. Meskipun begitu buku ini membantu kita ketimbang membaca teks asli Inggrisnya, dalam mendekatkan kita terhadap pemikiran filsuf ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan yang ia sampaikan terhadap agama memberikan pemahaman mengapa umat saat ini harus rasional dalam kehidupan beragamanya.  Itulah yang coba diperkenalkan oleh Russell yakni menjadi religius tanpa agama itu merupakan salah satu jalan yang menarik, apabila kehadiran agama tidak memberikan sumbangsih kemanusiaan adalah menjadi tidak berguna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-4246830759666846793?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/4246830759666846793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/beragama-secara-rasional.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/4246830759666846793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/4246830759666846793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/beragama-secara-rasional.html' title='Beragama Secara Rasional'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SEkTaNP105I/AAAAAAAAAJ8/Eabjfop_fW4/s72-c/files.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-1251352071139404012</id><published>2009-04-17T06:52:00.001-07:00</published><updated>2009-04-17T06:52:55.734-07:00</updated><title type='text'>Mengapresiasi Gagasan Muslim Liberal Dari Timur-Tengah</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Resensi Buku Pemikiran Liberal di Dunia Arab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Karya: Albert Hourani - 1960&lt;br /&gt;Judul Asli: Arabic Thought in the Liberal Age 1798-1939&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9fFsQ9ya5I/AAAAAAAAAG8/0BUDPhLF_ow/s1600-h/buku_baru_6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176823660944714642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9fFsQ9ya5I/AAAAAAAAAG8/0BUDPhLF_ow/s320/buku_baru_6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Sebagian Barat bersikap skeptis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; akan kemajuan pergerakan modernisasi pemikiran Islam. Munculnya pandangan tersebut disebabkan salah satunya oleh kesalahan kalangan orientalis dalam melakukan interpretasi maupun representasi tentang Islam yang kemudian menjadi referensi Barat.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah diutarakan Edward W Said dalam buku Orientalism, disebutkan pada zaman itu para orientalis masih dominan oleh semangat Imperialisme dan Kolonialisme terhadap negara mayoritas Muslim sehingga tidak heran produk mereka berkarakter&lt;br /&gt;angkuh terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Timur Tengah dan Islam kala itu era tahun 1930-an mulai menjamur di dunia akademisi Barat, dan ditahun 1960-an Albert Habib Hourani muncul dengan karyanya Pemikiran Liberal di Dunia Arab (Arabic Thought in the Liberal Age 1798-1939), yang memainkan peran lebih empatik terhadap kajian Arab dan Islam di tengah dominasi para orientalis yang cenderung menulis dengan nada permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya penulis mencatat tahun 1798 adalah masa awal kebangkitan Arab dimana sejarah mencatat pada tahun tersebut masuknya penjajah Prancis ke Mesir. Ia menilai pada periode ini masyarakat Arab mulai mengalami kesadaran intelektual dan peradabannya, sebagai ciri; respons positif terhadap kemajuan Barat, rasionalisasi, industrialisasi dan modernisasi terhadap sisi – sisi kehidupan umat manusia. Era inilah yang dikenal Hourani sebagai Era Liberal, dimana mereka para intelektual dan penulis Arab, Muslim maupun non-Muslim banyak mengekspresikan pemahaman mereka terhadap agama, budaya, kehidupan masyarakat Arab dan Islam secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya era Liberal dimulai ketika kedatangan Bangsa Eropa dengan ide sekulernya melahirkan berbagai respons dari para pemikir di dunia Arab, dimana pada saat itu sudah terkungkung pemahaman Islam Ortodoks. Bagi mereka ada yang menolak dengan alasan bahwa Barat hanya akan menularkan keburukan bagi peradaban Arab. Adapula yang menerima sebagai contoh pemikir Al – Thahthawi yang menyatakan bahwa kehidupan masyarakat yang ideal adalah sebagai contoh terdapat pada masyarakat Paris. Atau Khair Al – Din yang melihat Eropa lebih sebagai ide – ide dan penemuan baru ketimbang kekuatan destruktif yang mungkin timbul dari kedua hal tersebut hal (hal.168).. Dengan harapan untuk mengangkat derajat Bangsa Arab dibutuhkan sebuah hal yang baru dan hal itu dapat ditemui di peradaban Barat. Dan yang menolak sambil menerima, artinya mereka memfilter sebagian yang berbahaya bagi peradaban Arab, dan menerimanya yang memang dianggap positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis yang juga mengajar di Oxford’s Middle East Center ini fokus mengkaji moderenitas pemikiran sosial dan politik di sentral dunia Muslim yakni Timur Tengah, menampilkan para pemikir dari kalangan umat Islam yang menakjubkan seperti Al – Thahthawi, Jamal Al-Din Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Riddha, Thaha Husain, dan seterusnya. Kontribusi mereka dikenal sebagai reformis yang melahirkan zaman yang dikenal dengan sebutan nahdhah (kebangkitan) dalam dunia Islam. Al-Afghani dan Abduh memandang penting bagi umat Islam untuk memiliki pondasi yang kuat akan tradisi intelektual, dan mempunyai sikap apresiatif dalam menerima pemikiran – pemikiran positif yang dihasilkan Barat. Para pemikir generasi ini menganggap perlu reformulasi ulang keadaan dunia Islam, terutama dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9fHGA9ya6I/AAAAAAAAAHE/UoMrth51W8s/s1600-h/afghani.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176825202837973922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9fHGA9ya6I/AAAAAAAAAHE/UoMrth51W8s/s320/afghani.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kehadiran Al – Afghani yang dengan keberaniannya menentang rezim – rezim otokratik di Dunia Islam dengan mengelilingi negara di Timur Tengah dan Barat. Ia menganggap penyakit sosial tengah melanda dunia Umat Islam yaitu despotisme dan rezim diktratorial, selain itu penjajahan bangsa asing yang dinilainya akan menghacurkan Umat. Namun Al-Afghani, menyadari bahwa Islam tidak hanya harus dilihat sebagai agama, tetapi juga sebuah peradaban, “sebuah prinsip yang didasarkan pada kecenderungan moral dan intelektual untuk kemajuan sosial, atau peningkatan dalam kekuatan dan kesejahteraan sosial, dan kemajuan individual, kecakapan manusia, perasaan dan ide-ide” (hal.185). Perjuangan beliau dilanjutkan oleh muridnya Muhammad Abduh, yang percaya bahwa pendidikan dunia Islam harus direformasi, “ untuk menunjukkan bahwa Islam mengandung pada dirinya kualitas agama rasional” (hal 225). Harapan Abduh menjadikan masyarakat Islam modern yang mempunyai landasan yang stabil dan progresif, yakni sebuah “kelompok pertengahan” diantara kekuatan tradisional dan revolusioner. Lebih lanjut kedua kampiun ini dianggap sebagai gerakan reformis atau nahdah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hourani juga memberikan ruang dalam lembaran karyanya mengenai polemik “Negara Islam” (Al – Dawlah Al - Islamiyyah). Dalam wacana ini diwakili oleh pemikir Rasyid Riddha yang menghubungkan sistem khalifah dengan konsep negara Islam. Ia melihat sistem khilafah yang dijalankan oleh empat Khalifah awal sebagai contoh ideal dalam pemerintahan Islam. Tetapi Hourani berpendapat “Masih disangsikan apakah proses itu bisa terjadi seandainya umat Islam tidak memiliki, selama masa awal dan pembentukannya, struktur politik dan pemerintahan yang tunggal dan terpadu”.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Hourani menuturkan “… dan berkat mereka (khalifah) hukum yang khusus itu dan masyarakat Islam bisa berkembang, dan tidaklah mengejutkan bahwa kemudian, bahkan jauh setelah itu, keberadaan kekhalifahan dipandang sebagai sebuah syarat yang penting untuk pemeliharaan hukum dan masyarakat” (hal.16). Bagi Hourani negara Islam hanyalah sebuah fakta yang pernah terjadi dan kemudian ditingkatkan oleh manusia statusnya menjadi sebuah syariah. Dengan kata lain jika saja perangkat negara tidak terbentuk pada awal Islam, maka klaim negara Islam juga tidak akan pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada generasi terakhir para reformis pemikiran di Timur Tengah, menghadapi ancaman terhadap semangat pencerahan dalam pemikiran Arab yakni perpecahan yang disebabkan kecenderungan aktivisme politik Islam. Pemikiran Islam liberal yang dahulu dibela Afghani, Abduh, Thahthawi dan sebagainya, apalagi setelah Abduh meninggal, maka terhentilah pemikiran reformatif yang menanamkan sikap moderat di tubuh Umat. Wacana pemikiran Arab moderen yang sebelumnya bernuansa pencerahan bergeser ke model wacana yang berkarakter fundamentalistik, eksklusif, dan konservatif terhadap moderenisasi dan rasionalisasi kehidupan masyarakat Arab. Dan inilah yang menyebabkan munculnya gerakan – gerakan fundamentalisme Islam, seperti Hizbuttahrir, Ikhwan Al – Muslimin, Jamaah Takfir dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah kemudian Hourani menganggap tahun 1930-an sebagai akhir Era Liberal, gerakan nahdhah mengalami kemandekan yang menjadikan pemikiran Islam mulai mengalami pengerasan. Hal tersebut antara lain dikarenakan pandangan Wahabisme yang berdasarkan antitoleransi mulai mewarnai pemikiran Umat. Sementara peran reformis sepeninggalnya Muhammad Abduh, yang digantikan muridnya Rasyid Riddha dimana beliau malah terjerumus kedalam prasangka ekstrem memihak satu kelompok. Sikap Riddha tidak hanya menentang pemikiran Barat namun juga pemikiran Islam yang berbeda dengan beliau. Sebab berdirinya negara Israel di Palestina juga merupakan penyebab utama, karena masalah Israel tidak hanya menjadi permasalahan bagi bangsa Palestina, tetapi telah menjadi masalah semua orang Arab pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi pengaruh pemikiran liberal di Dunia Arab, Hourani juga menampilkan penjelasan tentang pemikir Sekuler-Kristen seperti Syibli Syumayyil dan Farah Anthun. Yang menjelaskan dukungan dari pemikir Kristen bahwa menjadi suatu kewajaran, jika Islam dijadikan sebagai prinsip yang menyatukan semangat nasionalisme, mengingat kedudukan Islam sebagai agama mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini tepat dibaca bagi siapa saja yang ingin mendalami pengetahuan akan tradisi intelektual Timur Tengah dan Barat. Karier penulis dihabiskan sebagai akademisi yang mendalami dunia Barat dan Arab. Itu sebabnya pembaca mendapatkan penjelasan secara komprehensif melalui lalu lintas gagasan dalam menanggapi ide – ide modernitas yang masuk ke dunia Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kelemahan dalam buku ini bagi pembaca ialah dalam menganalisis konteks zaman yang sedang dihadapi para pemikiran setiap intelektual yang diangkat. Serta dalam menyimpulkan kecenderungan tertentu dalam pembagian jenis kelompok pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-1251352071139404012?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/1251352071139404012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/mengapresiasi-gagasan-muslim-liberal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/1251352071139404012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/1251352071139404012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/mengapresiasi-gagasan-muslim-liberal.html' title='Mengapresiasi Gagasan Muslim Liberal Dari Timur-Tengah'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9fFsQ9ya5I/AAAAAAAAAG8/0BUDPhLF_ow/s72-c/buku_baru_6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-8167561343002384534</id><published>2009-04-14T20:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T08:13:25.948-07:00</updated><title type='text'>Perempuan Terdepan Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrzFGXbG7I/AAAAAAAAATQ/9QO3u-T0v5E/s1600-h/610x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrzFGXbG7I/AAAAAAAAATQ/9QO3u-T0v5E/s400/610x.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317329578998045618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Reuters image&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sosok wanita&lt;/span&gt; profesional, analis yang lugas dan kritis terhadap kemajuan perekonomian Indonesia. Selain cerdas, ia memiliki karisma yang apik dibarengi dengan prestasi yang membanggakan ditingkatan dunia.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani Indrawati menjadi wanita yang paling mendapatkan perhatian ditingkatan nasional maupun internasional. Dalam kurun waktu empat tahun Sri Mulyani menjadi tokoh perempuan yang fenomenal karena pernah menyandang tiga jabatan Menteri dimulai dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan dan sejak tahun 2008, ia merangkap menjadi pejabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962, menyelesaikan sarjana ekonomi Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia. (1981 – 1986), gelar Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A. (1988 – 1990), dan title Ph. D of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. (1990 – 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Sri Mulyani berada dalam jajaran pemerintahan, ia terlebih dulu menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) di tahun 1998. Masa resesi jatuhnya rezim Soeharto di tahun 1998, kedatangan IMF membawa berkah bagi keberlangsungan karirnya. Dari sana ia mendapatkan pengalaman ditingkatan internasional, ia ditunjuk menjadi Direktur Eksekutif IMF untuk wilayah Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrylmPHfSI/AAAAAAAAATA/oZIWjyZlvLE/s1600-h/134954p2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrylmPHfSI/AAAAAAAAATA/oZIWjyZlvLE/s400/134954p2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317329037797326114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dunia mengakui influence Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ia mendapatkan pandangan sinis dari berbagai pihak karena kedekatannya dengan lembaga donor internasional IMF, toh itu menjadi tidak berarti dengan prestasinya empat tahun ini. Ia mampu menambah kocek cadangan devisa Indonesia yang signifikan ke angka US$ 50 miliar, mencatatkan kemajuan tertinggi dalam sejarah perekonomian Indonesia. Selain itu ia dikenal sebagai reformis di Departemen Keuangan yang dibawahinya, serta usahanya yang tidak kompromi dalam memberantas praktek korupsi, terbukti hal itu mendapatkan apresiasi dari Bung Hatta Anticorruption Award 2008 sebagai tokoh yang patut mendapatkan penghargaan. Ia merupakan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007, terpaut tipis 0,1 % dibawah Megawati Sukarno Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya kira berkaitan dengan karakter Anik yang tegas, perfeksionis, dia pasti akan tegas melakukannya. Dia itu tipe orang yang kalau punya obsesi dan target tidak gampang menyerah,” Ekonom Moh. Chatib Basri berkomentar mengenai sosok Menkeu RI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scr0g9a3k9I/AAAAAAAAATY/SNhKfynxMMU/s1600-h/sri-mulyani.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scr0g9a3k9I/AAAAAAAAATY/SNhKfynxMMU/s400/sri-mulyani.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317331157144540114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Seorang reformis dan tokoh anti korupsi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di tataran internasional, Sri Mulyani menempati posisi ke 23 sebagai wanita yang paling berpengaruh menurut Forbes. Ia mengalahkan Hillary Clinton dan Oprah Winfrey. Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali sebagai Finance Minister of the Year tahun 2008 untuk kawasan Asia versi harian Emerging Markets, dikarenakan di tahun 2008 ia berhasil meraih pencapaiannya dalam mendorong kinerja ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas enam persen, keberhasilannya dalam melakukan reorganisasi di lingkungan kementerian keuangan dan meletakkan dasar bagi reformasi birokrasi yang terfokus dan terkendali, dan sebagai figur utama dalam merealisasikan reputasi Indonesia sebagai outstanding borrower of the year untuk kawasan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmed S. Hariri, Direktur Regional Islamic Development Bank (IDB) dalam keterangan di media memuji Sri Mulyani yang juga gubernur IDB untuk Indonesia., ”She is articulate professional, smart and can bring good change to ministry.” pujinya. ”Bila seorang pecatur dunia sudah mengantisipasi 7 langkah ke depan, Anik selalu mengantisipasi 4 langkah ke depan. Dia selalu memiliki Plan A, Plan B, yang tidak pernah terpaku pada satu plan.” ungkap Tonny Sumartono suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pencapaian prestasi Sri Mulyani diraih dalam waktu yang relatif singkat dikarenakan etos kerja anak dari Prof. Satmoko (alm.) dan Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko (alm.) ini. Disaat Indonesia sedang menghadapi krisis ekonomi global yang bersumber dari AS, Sri Mulyani harus berduka dikarenakan meninggalnya ibu Retno, namun profesionalitas seorang Menkeu RI ini ditunjukan dengan tetap menghadiri rapat kabinet terbatas mengenai krisis ekonomi selang musibah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik penampilannya yang menawan, Sri Mulyani tidaklah seperti wanita pada umumnya yang mementingkan penampilan yang glamor. ”Saya bukan orang yang suka brand hebat-hebat. I’m just a normal people, lagian gaji menteri nggak tinggi-tinggi amat loh.” ungkap seorang yang saat ini tengah membaca buku Pijar-Pijar Filsafat (Franz Magnis Suseno). Tidak heran kini Sri Mulyani menjadi salah icon kemajuan wanita Indonesia, ia merupakan tokoh nasional yang paling menyita banyak perhatian. Hampir setiap hari kita dapat menjumpai Sri Mulyani menjadi "model" dalam rubrik Bisnis &amp;amp; Keuangan koran Kompas setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scr0s6NicdI/AAAAAAAAATg/-PRnAjvGNis/s1600-h/sri+mulyani+sby+susilo+bambang+yudhoyono+jusuf+kalla.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 383px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scr0s6NicdI/AAAAAAAAATg/-PRnAjvGNis/s400/sri+mulyani+sby+susilo+bambang+yudhoyono+jusuf+kalla.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317331362441753042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Dinilai mampu menjadi partner SBY sebagai bakal cawapres&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kini menjelang pemilu 2009, Sri Mulyani diisukan menjadi salah satu kandidat calon wakil presiden untuk mendampingi SBY, menurut pendapat beberapa kalangan, SBY membutuhkan pendamping yang kuat dalam sektor ekonomi Indonesia, karena SBY telah cukup kuat dalam sektor politik dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pencapaian yang diraih ibu yang memiliki tiga anak ini merupakan buah hasil karya etos kerja yang luar biasa. Ia tidak besar karena nama besar orang tuanya. Seharusnya menjadi cermin perempuan Indonesia modern saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya menganggap, saya diangkat bukan karena perempuan” tukasnya.&lt;br /&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-8167561343002384534?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/8167561343002384534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/perempuan-terdepan-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8167561343002384534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8167561343002384534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/perempuan-terdepan-indonesia.html' title='Perempuan Terdepan Indonesia'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrzFGXbG7I/AAAAAAAAATQ/9QO3u-T0v5E/s72-c/610x.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-7267387788873848220</id><published>2009-04-01T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T08:17:21.578-07:00</updated><title type='text'>Adakah Hubungan RI - Israel ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SINND6Om-PI/AAAAAAAAAKM/Oe3HrBJLzMU/s1600-h/israelindo.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SINND6Om-PI/AAAAAAAAAKM/Oe3HrBJLzMU/s200/israelindo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225104722245384434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Sejauh mana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt; hubungan Indonesia dan Israel? Ini pertanyaan yang tidak mudah dijawab, Indonesia belum mengakui Israel secara resmi sebagai negara berdaulat, meskipun pada prakteknya kerjasama antar kedua belah negara telah terjalin lama dan banyak dibangun dalam hal perdagangan internasional, kekuatan militer, intelijen, pariwisata religi dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek politik bermuka dua yang demikian serupa halnya dengan hubungan dagang bersama Taiwan, dimana posisi Indonesia tidak mengakui eksistensi Taiwan secara de jure karena akan merusak hubungan RI dengan RRC, posisi tegas Cina akan melakukan pemutusan hubungan diplomatik bagi siapa-siapa negara yang mengakui kedaulatan Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun hubungan diplomatik Israel dan Indonesia, merupakan satu wacana yang sudah dapat dipastikan akan mendapat protes dari berbagai pihak di Indonesia. Konflik Palestina dan Israel yang tak kunjung damai selama enam dasawarsa, merupakan salah satu alasannya.  Masyarakat Muslim Indonesia merasa Palestina sebagai saudara sesama Muslim yang patut diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang sangat disayangkan pemahaman konflik Palestina-Israel telah terlanjur dipahami oleh masyarakat awam sebagai perang antar agama (Islam vs Judaism). Hal ini diakibatkan oleh ulah para Muslim aliran garis keras yang memberikan pemahaman yang dangkal terhadap masyarakat awam tanpa disertai pengetahuan mendalam bagaimana kompleksnya konflik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah 60 tahun negara Israel berdiri, kegagalan bangsa Arab di tahun 1948 seharusnya sudah dapat diterima oleh generasi Muslim saat ini. Bila hal ini dipandang sebagai kejahatan penjajahan yang tidak bisa ditolerir, mengapa umat Muslim tidak sekalian menuntut bagian tanah di Andalusia (Spanyol) sebagaimana dahulu Islam memiliki kekuasaan atas teritori tersebut sebelum dikalahkan Ferdinand II dan Isabella dari Kerajaan Katholik di Spanyol? Andai saja kerajaan Romawi masih berdiri hingga saat ini, mereka akan menuntut tanah-tamah yang berhasil dikuasai pada zaman kepemimpinan Alexander The Great hingga hampir ke Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah manusia tidak terlepas dari pertumpahan darah demi memperebutkan tanah kekuasaan.Manusia moderen seharusnya telah meninggalkan kebudayaan Barbar akan kerakusannya terhadap apa yang dinamakan daerah kekuasaan. Memimpikan runtuhnya negara Israel merupakan mimpi di siang bolong, melihat eksistensi mereka yang sudah sedemikian kokoh. Mesir salah satu negara mayoritas Muslim yang telah mengakui Israel, negara Mesir telah bersikap realistis, dengan lebih menggunakan cara diplomasi terhadap Israel untuk melindungi kepentingan rakyat Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telusuri lebih lanjut sebenarnya konflik ini sekali lagi bukanlah konflik yang didasarkan atas agama, melainkan konflik politik, ekonomi, kemanusiaan, hukum, nasionalisme, dan keserakahan manusia. Arogansi segelintir umat Islam dengan membagi dunia menjadi dua bagian, yakni dunia muslim dan dunia kafir merupakan kedangkalan berpikir sebagai akibat dari ketidakmampuan mereka dalam menghadapi persaingan menghadapi kemajuan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SINOhehmHII/AAAAAAAAAKs/_zwPEYYtRvw/s1600-h/7-indone.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SINOhehmHII/AAAAAAAAAKs/_zwPEYYtRvw/s200/7-indone.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225106329716530306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Peran Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, Indonesia dipandang sebagai negara mayoritas Muslim terbesar, selama ini dikenal sebagai negara  moderat seharusnya dapat mewakili umat Islam di dunia untuk terus melakukan negosiasi terhadap Israel. Agenda penting yang harus dijalankan ialah dengan berupaya membantu tercapainya pembentukan negara Palestina merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah RI seharusnya mau mengambil resiko tersebut, meskipun dikecam oleh rakyatnya sendiri. Aksi - aksi solidaritas bagi Palestina yang mengecam Israel dilakukan di Jakarta ternyata hanya diikuti oleh sebagian kecil umat Islam di Indonesia. Menurut Ulil Abshar Abdala tokoh intelektual NU, menyebutkan bahwa isu konflik Arab-Israel di Indonesia hanya menjadi agenda kelompok - kelompok tertentu, namun yang jelas bukan dari golongan "arus utama" umat Islam. Biasanya agenda tersebut menjadi satu paket dengan isu kekerasan terhadap umat Muslim di Afghanistan, Bosnia, Chechnya, Iran, Iraq, minoritas Moro, dsb. Hal ini digunakan sebagai alat untuk meraih popularitas kelompol tertentu, untuk meraih simpati yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuka hubungan diplomatik, komunikasi RI dan Israel akan lebih terbuka lebar.Peluang untuk melindungi rakyat Palestina pun akan lebih massif, seperti yang banyak dilakukan Mesir saat ini. Untuk apa mewariskan kebencian terhadap generasi yang akan datang, hanyalah menghasilkan korban-korban tidak berdosa dari kedua belah pihak yang bertikai. Hal paling penting ketimbang memperebutkan daerah kekuasaan yang secara hakiki hanya milik Tuhan, adalah dengan menyelamatkan jiwa-jiwa yang tidak berdosa sebanyak mungkin, melindungi kepentingan mereka, bukan dengan menebar dendam yang berkelanjutan di dataran Timur Tengah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja masih bersikeras untuk bertikai memperebutkan tanah itu, berarti manusia telah menjadikan daerah itu sebagai berhala ketimbang keselamatan rakyat Palestina dan Israel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-7267387788873848220?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/7267387788873848220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/adakah-hubungn-ri-israel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7267387788873848220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7267387788873848220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/adakah-hubungn-ri-israel.html' title='Adakah Hubungan RI - Israel ?'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/SINND6Om-PI/AAAAAAAAAKM/Oe3HrBJLzMU/s72-c/israelindo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-7692822384914275106</id><published>2009-01-17T08:08:00.000-08:00</published><updated>2009-04-17T08:08:47.093-07:00</updated><title type='text'>Aku dan Rendah Hati Itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScsWM7psG7I/AAAAAAAAAWs/fdWS5z6-L84/s1600-h/images+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScsWM7psG7I/AAAAAAAAAWs/fdWS5z6-L84/s320/images+(1).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317368196467792818" /&gt;&lt;/a&gt;Mang Nana, begitulah kebanyakan orang memanggilnya, panggilan tersebut untuk orang sunda layaknya seperti Cak di Jawa Timur. &lt;span id="fullpost"&gt;Ia seorang pesuruh sekolah di SMA saya dahulu. Saya mengenalnya ketika masih duduk di kelas 1. Entah kenapa pertama aku melihat beliau, aku langsung simpati. Daya tarik apa sehingga dia selalu menyita perhatian saya dan teman – teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau saat itu berumur sekitar 30-an namun raut wajahnya seperti seorang yang telahberumur 40-an, jarang berbicara namun murah senyum meskipun wajahnya sering terlihat letih. Setiap aku melihatnya ia sering terlihat sedang bekerja, entah itu pada waktu istirahat sekolah, jam sholat, ataupun pada saat pulang. Sebuah gudang dibalik tangga sekolah ialah tempatnya beristirahat, anda selalu dapat menemuinya, yang sedang makan atau pun saat ia duduk melamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak cerita tentang Mang Nana, namun hanya beberapa yang ku ingat. Diantaranya ketika datang kebiasaan buruk ku yang sering keluar kelas tanpa alasan yang jelas pada saat jam belajar – mengajar. Di saat itu pula saya sering berkomunikasi dengannya, saya mengenal sosok beliau sebagai orang yang tidak pernah mengeluh, komitmen terhadap pekerjaannya, kepalanya selalu tertunduk dihadapan siapapun, sopan, dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat bubaran sekolah tugas beliau untuk menyapu dan membereskan sekolah, kelas demi kelas ia sapu lalu ia kunci. Sering sekali saya lihat kelas yang belum dikunci dikarenakan terdapat tas murid yang ditinggal pemiliknya, meskipun waktu sudah sangat sore sekali, diman jam kerja telah usai, ia selalu setia menunggu sampai pemilik tas itu pulang. Saya mengetahuinya karena saya sering sekali tidur – tiduran di kelas. Tidak jarang saya sengaja melakukan hal itu untuk menemani beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering sekali terlambat, demi menghindari hukuman saya memutuskan untuk masuk pelajaran ke 2, biasanya sarapan pagi di warung pilihan tepat untuk menunggu pergantian pelajaran, datanglah Mang Nana yang akan membeli makanan. Setelah beliau kembali ke sekolah ibu pedagang dimana saya sedang sarapan bercerita banyak hal tentang seorang pesuruh sekolah itu. Pedagang ini sangat kagum terhadap beliau, ia bercerita bahwa Mang Nana selalu bersikap kekeluargaan terhadap pedagang – pedagang yang ada di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah mengadakan acara perlombaan hari kemerdekaan 17 agustus, itu pertama kalinya aku melihat Mang Nana tertawa terbahak – bahak dan tampak senang bisa ikut bermain dengan guru - guru lainnya, seolah olah tidak ada klass yang memisahkan mereka, Mang Nana terlihat begitu senang, semua itu terpancar dari raut wajahnya yang sumringah. Entah kenapa pada saat itu teman – teman ku pun memperhatikan beliau, Mang Nana menjadi pusat perhatian banyak murid - murid, mempunyai daya tarik tersendiri melihat beliau ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya gelak tawa Mang Nana dihari kemerdekaan itu merupakan moment terakhir di sekolah. Beberapa minggu setelahnya, saat saya dan sahabatku Ali sedang berada di gerbang sekolah menunggu izin karena terlambat. Muncul Mang Nana dengan wajah yang tampak sedih, tiba – tiba dia menghampiri kami, spontan dia memberikan tangannya untuk bersalaman kepadaku&lt;br /&gt;Mang Nana : Maafkan segala kesalahan Mang Nana ?&lt;br /&gt;Saya : Kenapa ? ada apa Mang Nana?&lt;br /&gt;Mang Nana : Mang Nana hari ini terakhir kerja di sini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mendekap kami dengan erat, setiap ia bertemu dengan penghuni kampus, ia meminta maaf terlebih dahulu. Semua pedagang makanan yang ada di sekolah ia hampirinya satu per satu. Mang Nana dengan segala sifat kerendahan hatinya bermaksud meminta maaf terlebih dahulu. Terlihat saat itu banyak yang merasa kehilangan figure seorang pesuruh sekolah, yang murah senyum, sosok yang tidak banyak bicara, dan rendah hati itu. Banyak murid – murid kala itu menyayangkan kepindahan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan sahabatku hanya terpaku, kami tidak tahu harus bersedih atau senang akan hal itu, karena beliau pindah kerja untuk menggarap sawah milik keluarga di desanya, penghasilan disana pastinya lebih besar dari pada disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hari dimana ia terakhir bekerja, saya melihatnya sedang berkeliling membereskan semua pekerjaannya, meskipun ia telah selesaikan semua itu, tapi ia masih tetap saja mencari sesuatu apa yang ia bisa kerjakan, mencerminkan akan kecintaan pada pekerjaannya meskipun gaji yang ia terima tidak seberapa.&lt;br /&gt;Kini ruang kecil dibalik tangga sekolah itu hanya meninggalkan sebuah cerita, tempat dimana pernah menjadi surga bagi seorang yang selalu merundukan kepala.itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Sedikit pun aku belum melihat sisi buruk beliau selama ia bekerja untuk sekolah, sesungguhnya Tuhan menutupi semua itu dihadapanku, hanya orang orang yang bertakwalah yang senantiasa 4JJI SWT jaga dan tutupi keburukan mereka. Beliau merefleksikan akhlaq Rasuullah SAW, dan itulah sebabnya mengapa ia dicintai oleh orang – orang yang berada disekitarnya.&lt;br /&gt;Mang Nana telah banyak mengajarkan banyak hal yakni kesabaran, kerendahan hati, dan bahasa kasih. Maksud aku menulis semua hal diatas ini ialah sebagai rasa syukur karena telah dipertemukan dengan pribadi yang membawa kebaikan. Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencintai beliau karena Allah…&lt;br /&gt;Maka ya Allah berikan kekuatan kepada kami…&lt;br /&gt;Agar kami bisa bertemu di Yaumil Akhirat nanti…&lt;br /&gt;Agar kami bisa bertemu di dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan…&lt;br /&gt;Ya Allah persatukan kami dalam cinta dan ridha – Mu…&lt;br /&gt;Satukan kami bukan hanya di dunia…&lt;br /&gt;Satukan kami dalam cinta dan ridha – Mu dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan…&lt;br /&gt;Karuniakan beliau putra – putri yang saleh dan yang menjadi penyejuk hati sebagaimana ia menjadi penyejuk hati kami…&lt;br /&gt;Amien…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you for making better place for you and for me…&lt;br /&gt;-Heal The World-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-7692822384914275106?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/7692822384914275106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/01/aku-dan-rendah-hati-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7692822384914275106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7692822384914275106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/01/aku-dan-rendah-hati-itu.html' title='Aku dan Rendah Hati Itu...'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScsWM7psG7I/AAAAAAAAAWs/fdWS5z6-L84/s72-c/images+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-8032753499304914271</id><published>2009-01-11T06:57:00.000-08:00</published><updated>2009-04-17T08:14:00.465-07:00</updated><title type='text'>Muslim Pasifis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Sebuah kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; menarik yang pernah diutarakan oleh intelektual muslim Fazlur Rahman dari Chicago University, Amerika. Bahwa potensi kemajuan besar pemikiran Islam akan muncul dari kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;Karena dari segi geopolitik Internasional Indonesia merupakan tempat bertemunya arus informasi dan pemikiran Islam yang datangnya dari Timur Tengah maupun Barat. Menjadikan karakteristik pemikiran Islam di Indonesia lebih moderat karena secara historis pemikiran Islam di Indonesia memang sedikit berbeda dengan Timur Tengah dan memungkinkan arus pemikiran Barat memperkaya khazanah intelektual muslim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun potensi tersebut sepertinya akan menjadi hal yang sia – sia saja, melihat perkembangan pemikiran masyarakat Indonesia yang kebanyakan belum mau terbuka, meskipun ruang publik seperti media online telah menjadi bahan primer sebagai fasilitas yang memungkinkan komunikasi antar perdaban yand ada di dunia, yang seharusnya dapat membentuk dialog dalam menjalin kesepahaman antar perbedaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang terjadi di Indonesia ialah sikap – sikap tertutup pada peradaban Barat maju yang meninggalkan mereka, orientalisme dijadikan suatu phobia yang selalu disertai kecurigaan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dikarenakan pada pijakan kepada sumber media dan pakar yang hanya sepihak tanpa memperhatikan unsur keberimbangan. Dan hasilnya tumbuh berbagai opini simplistis tanpa metode introspeksi yang banyak menekankan kepada teori – teori konspirasi, sebagai alat pertahanan atas ketidakmampuan mereka mengimbangi pemikiran peradaban Barat yang sangat cepat. Adapun hal itu sebenarnya tidak menyentuh substansi dari permasalahan. Yang muncul ialah bentuk – bentuk radikalisasi umat yang memunculkan embrio - embrio fundamentalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9e3eg9ya4I/AAAAAAAAAG0/8__ljFUsxIk/s1600-h/DWF15-995814.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9e3eg9ya4I/AAAAAAAAAG0/8__ljFUsxIk/s200/DWF15-995814.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176808031558724482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Indonesia sebagai negara yang mayoritas muslim sudah tentu menjadi salah satu referensi bagi negara – negara non-muslim untuk melihat wajah Islam itu seperti apa. Terlebih setelah kejadian 9/11 yang membuat banyak Barat bertanya – tanya bagaimana ajaran Islam itu sebenarnya? Benarkah terror merupakan ajaran agama ini? Apakah kekerasan dapat dilegitimasi selama itu melawan orang kafir? Lalu siapakah seseorang yang disebut kafir itu? Bagaimana pemahaman ‘Rahmatan Lil Alamin’ sebagai agama yang membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila setiap muslim yakin bahwa Islam sebagai agama yang haq, setidaknya setiap individu yang mengaku muslim dapat menjelaskan pertanyaan – pertanyaan mendasar tersebut. Bagaimana mungkin sesuatu hal yang muslim yakini, bahwa Islam sebagai ajaran yang benar tetapi tidak mampu memberikan bukti – bukti kebenaran kepada mereka, setidaknya memberikan jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan munculnya sentimen negatif terhadap Islam dikalangan Barat/non-muslim dikarenakan lemahnya umat dalam berdakwah. Pertanyaan yang layak diajukan selanjutnya ialah apakah muslim saat ini sudah cukup dewasa sehingga berani jujur menyadari akan kejatuhan umat dikarenakan kesalahan umat Islam itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya setiap manusia dapat menerima apa yang ia yakini dengan penuh ketulusan tetapi belum tentu dapat menempatkan nilai kejujuran. Karena nilai ketulusan membuat orang menerima apa yang ia yakini secara tulus meskipun terdapat banyak kesalahan didalamnya, disinilah ego manusia lebih bermain daripada nilai – nilai rasionalitas akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan nilai kejujuran yang setiap individunya dengan jujur mengakui kesalahan meskipun hal itu bertentangan dengan apa yang sedang ia yakini.&lt;br /&gt;Masih patutkah orang yang terpelajar membenci atau menolak sesuatu hal karena alasan label Barat atau karena hal tersebut berasal dari non-muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak analogi berikut: Dalam hukum menyembelih hewan menurut ajaran Islam ialah wajib menggunakan pisau yang tajam, bila pisau tersebut tumpul dapat menganiaya hewan sembelihan tersebut, jelas itu menyalahi aturan. Bagaimana jika kita hendak menyembelih tetapi tidak mempunyai pisau yang cukup tajam? Bolehkah kita meminjam pisau tersebut kepada tetangga kita yang non-muslim atau seorang Barat? Jawabannya boleh saja, karena yang terpenting ialah sesuai dengan ajaran yakni menggunakan pisau tajam sebagai syarat menyembelih, tidak penting mempermasalahkan kepemilikan pisau tersebut milik Kristen atau Yahudi sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui analogi tersebut kembali kita ajukan pertanyaan, bagaimana apabila muslim dalam menganalisis sesuatu ilmu yang dimiliki tidak cukup tajam? Jika Barat mempunyai pisau analisis yang lebih baik mengapa hal tersebut tidak digunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9exfw9ya2I/AAAAAAAAAGk/Kb2rR_ZXSDU/s1600-h/_32619_averros-6-8-2005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9exfw9ya2I/AAAAAAAAAGk/Kb2rR_ZXSDU/s320/_32619_averros-6-8-2005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176801455963794274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Monumen Ibnu Rusyd (Averoes)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam pernah mencapai puncaknya hingga ke Spanyol, dimana Barat telah belajar banyak kepada Ibnu Rusd (Averros), hingga pada akhirnya mereka dapat berkembang dan maju mengimbangi peradaban umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merupakan suatu kemunduran jika umat masih menutup diri akan kemajuan Barat, karena menyerah lebih awal didalam dunia intelektual yang semakin dinamis. Bukan karena tidak mampu melainkan karena kemalasan berpikir belaka.&lt;br /&gt;Kebanyakan umat masih selalu ingin ‘dimengerti’ Barat, namun tidak pernah mau mengerti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap – sikap pasifis seperti ini menyebabkan minimnya kaum intelektual dari pihak muslim yang muncul meng-counter isu – isu negatif yang ditujukan kepada Islam, malah tokoh – tokoh dari non-muslim seperti Karen Armstrong atau Edward Said muncul berperan membela muslim dalam menjelaskan pemahaman yang keliru terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menilai bagus atau tidaknya sebuah rumah, tentu pemilik melihatnya bukan dari dalam rumah tersebut, melainkan dari luar rumah. Sudahkah kita berani jujur terhadap ilmu yang kita miliki?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-8032753499304914271?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/8032753499304914271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/muslim-pasifis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8032753499304914271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8032753499304914271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/04/muslim-pasifis.html' title='Muslim Pasifis'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9e3eg9ya4I/AAAAAAAAAG0/8__ljFUsxIk/s72-c/DWF15-995814.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-7374628709842662259</id><published>2009-01-04T19:48:00.000-08:00</published><updated>2009-03-25T20:02:34.588-07:00</updated><title type='text'>Anarkisme Akumulasi Ketertindasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrv_icAmVI/AAAAAAAAAS4/KFXZzsBwzL0/s1600-h/anarchy_jpg+(1).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrv_icAmVI/AAAAAAAAAS4/KFXZzsBwzL0/s400/anarchy_jpg+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317326184919374162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akumulasi kekecewaan masyarakat&lt;/span&gt; dan hilangnya figur yang kredibel menyebabkan pergolakan konflik horizontal kian meluas.Pasca Reformasi di Indonesia banyak terjadi benturan -benturan kepentingan dalam masyarakat secara transparan tanpa lagi mengindahkan kaidah - kaidah umum perundang-undangan dan hukum yang mengatur sehingga banyak menimbulkan guncangan-guncangan sosial dimasyarakat.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi riil yang terjadi ditengah - tengah masyarakat saat ini cenderung anarkis, ketika rakyat baru terbebas dari pembungkaman massal, beralih kepada masa kebebasan dalam menyerukan seluruh aspirasinya terkait kepentingan individual atau golongan. Anarkisme saat ini sering terjadi dan seolah – olah telah membudidaya dimasyarakat Indonesia, terbukti dengan adanya tindakan - tindakan kekerasan yang terjadi pada seluruh perseteruan diseluruh lapisan masyarakat, konflik horizontal seperti pengerusakkan tempat ibadah, pemblokingan aktivitas partai politik yang dianggap berbahaya, penyegelan tempat – tempat yang dianggap menjadi tempat penyebaran ajaran sesat seperti kasus toko buku Ultimus di Bandung dll. Sehingga seluruh perseteruan tidak lagi menemukan solusi secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrupQ8plSI/AAAAAAAAASo/C_I59Y812dE/s1600-h/yudi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrupQ8plSI/AAAAAAAAASo/C_I59Y812dE/s200/yudi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317324702755689762" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Yudi Latief seorang pemikir negara dan kenegaraan dari Universitas Paramadina Jakarta, mengungkapkan: “Sebenarnya pada masa krisis ini, rakyat mencari kepastian - kepastian apalagi ketika situasi hukum tidak berjalan mulus dan biasanya punya imbas keras terhadap keyakinan kepercayaan, yang kemudian rakyat mencari pemimpin - pemimpin panutan yang kira-kira bisa mengkompensasikan kelemahan-kelemahan hukum yang ada”. Hukum dan peraturan tidak lagi dihiraukan, tokoh - tokoh masyarakat setempat tidak lagi dapat berperan sebagai mediator untuk melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang bersengketa. Apa yang sebenarnya terjadi dalam tradisi masyarakat Indonesia pasca reformasi, dimana yang diandalkan hanya kekuatan otot, dan apa yang sebenarnya juga terjadi terhadap peran serta para tokoh-tokoh masyarakat yang tidak lagi mendapat kepercayaan dimata masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis kepercayaan dalam masyarakat saat ini telah menjadikan masyarakat yang apatis terhadap sesama, bahkan terhadap para tokoh masyarakat itu sendiri. Permasalahan lebih lanjut yakni masyarakat yang kurang dalam segi pendidikan apalagi masalah perpolitikan, kebanyakan akan menilai pemimpin dari sisi kharismatik yang membuat itu akan menjadi suatu sosok ideal dan akhirnya menjadi patronase. Keadaan masyarakat yang terpatron ini dapat dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang berkepentingan dengan memanfaatkan kekuatan konspiratif. Ia menanggapi bahwa “di masa-masa krisis biasanya tokoh-tokoh kharismatik itu tumbuh meyakinkan bahwa dirinya sendiri sebagai alternatif terhadap hukum, jadi pemimpin yang fundamental ini memberikan semacam karang yang stabil ditengah ketidakpastian hidup masyarakat itu.” ungkapnya. Namun para tokoh dan pemimpin dalam masyarakat yang mengalami kegagalan dalam mewujudkan keinginan rakyat ini sangat berpengaruh bagi masyarakat yang akhirnya membuat masyarakat mencari pemimpin panutan, yang sekiranya dapat mengkompensasikan kelemahan hukum yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin adil yang diharapkan menjadi alternatif itu ternyata memunculkan fenomena pemimpin kharismatik yang seolah – olah dapat menjawab permasalahan akan kekosongan hukum yang memberi kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kekuatan dari klan tradisional, yang dulu menjadi sumber keteladanan bagi rakyat. Menurutnya basis – basis tradisional yang diisi oleh tokoh keagamaan, kiai, ulama mulai susut oleh karena krisis yang juga bisa dikonsepsikan dengan urusan ekonomi yang akhirnya peserta tradisional ini pudar akan keteladanan. Secara otomatis saat ini hanyalah bersisa pada pola - pola baru pemimpin karbitan tak lain memberikan interpretasi keagamaan yang terputus, tetapi memberikan jaminan atas kepastian. Untuk hal ini Yudi Latief menilai figur baru ini tidak harus produk pesantren atau produk dengan pemahaman keagamaan yang mendalam, yang akhirnya kharismanya terbatas dan tidak efektif mempengaruhi banyak massa. “orang yang terbatas secara spiritual dan intelektual ya daya pengaruhnya juga pasti terbatas”. imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lain sebagai contoh yakni menipisnya toleransi antar umat beragama dibandingkan dahulu pada zaman Majapahit terkenal dengan sikap toleran yang kental antar umat Hindu dan Budha. Tentunya hal yang harus diperhatikan ialah faktor pada tataran masyarakatnya. Clifford Geertz menyebut hal ini dengan mix tide yakni aspek perbedaan yang ada dalam suatu masyarakat seperti perbedaan agama dapat di-netralisasi karena kesamaan aspek sosial seperti kesamaan suku, kelas sosial, atau latar belakang pendidikan. Semakin banyaknya unsur kesamaan tersebut dapat menjauhkan bahkan meredam potensi konflik yang ada. Persoalan ditingkat grass root, seperti dalam kasus kekerasan pada masyarakat, yang harus diperhatikan lebih dahulu ialah bagaimana aparat penegak hukum itu sendiri, apakah telah sesuai dengan perundang undangan, ketegasan dan konsistensi dalam melakukan tindakan hukum terhadap mereka yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrvn8EFHgI/AAAAAAAAASw/8DpJsvidEUY/s1600-h/aagn+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrvn8EFHgI/AAAAAAAAASw/8DpJsvidEUY/s200/aagn+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317325779481468418" /&gt;&lt;/a&gt;Pakar ilmu pemerintahan Universitas Gadjah Mada AAGN Dwipayana menilai bahwa budaya kekerasan timbul karena terdapat ruang atau peluang penggunaan cara – cara anarkis tersebut. “Masyarakat juga meniru kekerasan yang dilakukan oleh negara selain karena ada ruang untuk melakukan hal tersebut, dan belakangan fenomena munculnya kekerasan dikarenakan struktur yang menindas ketika orang ditindas oleh struktur, maka orang bisa melawan apapun caranya termasuk dengan kekerasan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggarisbawahi yakni terdapat dua hal, pertama karena mereka meniru negara yakni aparat yang melakukan kekerasan. Kedua karena masyarakat ditutup ruangnya untuk melakukan pembelaan terhadap negara “mau tidak mau masyarakat harus melakukan tindakan kekerasan tersebut untuk membela dirinya” jelasnya. Keadaan chaos dalam masyarakat yang berdampak tumbuh suburnya tindakan anarkis merupakan efek dari krisis negara tersebut akibat pada kekuatan konspiratif (pejabat, militer, pengusaha, politisi, dll) gagal dalam kedewasaan mereka berpolitik. Kekuatan tersebut mempunyai kekuatan resonansi sosiologis yang kuat sehingga menyebabkan guncangan pada masyarakat grass root.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik horizontal dalam masyarakat seolah tak terhindarkan diperpuruk dengan situasi minus kepemimpinan yang seharusnya menjadi alternatif pada kosongnya hukum dalam memberi kepastian. Sistem dan kondisi masyarakat seharusnya diperbaiki secara berbarengan. Menurut Paulo Freire belum pernah dalam sejarah terjadi sebuah kekerasan yang dimulai oleh mereka yang tertindas. Bagaimana mungkin masyarakat yang selalu tertindas menjadi perintis, jika mereka sendiri yang menjadi hasil dari kekerasan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-7374628709842662259?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/7374628709842662259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/01/anarkisme-akumulasi-ketertindasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7374628709842662259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/7374628709842662259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/01/anarkisme-akumulasi-ketertindasan.html' title='Anarkisme Akumulasi Ketertindasan'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrv_icAmVI/AAAAAAAAAS4/KFXZzsBwzL0/s72-c/anarchy_jpg+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-2753685828524380461</id><published>2009-01-03T19:29:00.000-08:00</published><updated>2009-03-25T19:47:27.088-07:00</updated><title type='text'>Melegitimasi Perampasan Hak atas Tempat Tinggal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrqi07846I/AAAAAAAAASQ/k7aYNmI2dzw/s1600-h/woman_tries_to_stop_forced_eviction_of_her_people_manaus_brazil_march_10_general_news_luis_vasconcelos_a_critica_-_zuma_press_2008_imagelarge.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrqi07846I/AAAAAAAAASQ/k7aYNmI2dzw/s400/woman_tries_to_stop_forced_eviction_of_her_people_manaus_brazil_march_10_general_news_luis_vasconcelos_a_critica_-_zuma_press_2008_imagelarge.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317320194110841762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerobohan menentukan kebijakan ekonomi politik&lt;/span&gt; semakin memuluskan praktek penggusuran di Indonesia Penggusuran secara paksa (forced eviction) bukan lagi hal yang langka bagi bangsa Indonesia. Penggusuran kerap ditentang, namun praktek yang identik dengan kekerasan ini masih terus terjadi. Tindakan ini terjadi sejak jaman kolonial hingga kini, dan tak berbeda dengan yang sudah – sudah praktek ini berdalih atas nama pembangunan. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forced eviction dilakukan secara terorganisir oleh pemerintah setempat dilaksanakan oleh polisi, dibantu oleh petugas ketertiban umum, bahkan hinnga preman. Penggusuran ini bisa berupa pemindahan masyarakat dari tanah milik negara, tanah milik pribadi, atau tanah di mana kepemilikannya masih menjadi sengketa atau tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan Asian Human Rights Commission (AHRC) pada 11 Januari 2006, memperkirakan sekitar 125 rumah semi permanen telah diratakan oleh pemerintah daerah, menggusur 140 keluarga dari rumah mereka di Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun boleh menganggap tindakan pemerintah diatas hanya bagian kecil dari penggusuran, namun anggapan tersebut secara tidak langsung telah membuktikan tindakan penggusuran dianggap hal yang biasa terjadi di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus penggusuran sering dilakukan oleh pemerintah dengan mempergunakan kekuatan yang berlebihan untuk menghadapi warganya sendiri. Padahal perlindungan hak rakyat atas tempat tinggal yang layak telah dijamin oleh negara dalam pasal 27 amandemen UUD 1945. Bahkan dalam pasal 9 butir d UU no. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Maka penggusuran secara paksa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrq5siJV_I/AAAAAAAAASY/yYgklv_SFP4/s1600-h/280460868_Dsxcx-M.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrq5siJV_I/AAAAAAAAASY/yYgklv_SFP4/s400/280460868_Dsxcx-M.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317320586992113650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Demonstrasi menolak segala bentuk perampasan Hak atas Tempat Tinggal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan Resolusi 1993/77 tentang Penggusuran Secara Paksa. (UN Resolution on “Forced Eviction”, 1993). PBB dan berbagai konvensi internasional lain telah sepakat menganggap penggusuran paksa sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konvensi hak asasi manusia internasional yang telah diratifikasi Indonesia seperti Konvensi Eliminasi Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) dan Konvensi Hak-hak Anak (CRC) mengakui hak atas tempat tinggal ialah hak asasi setiap orang. Penggusuran paksa secara langsung melanggar hak-hak yang tercakup dalam Konvenan Ekosob, hak asasi manusia tersebut saling terkait, maka penggusuran paksa juga melanggar hak-hak lain, yang meliputi pula hak-hak sipil dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak-hak tersebut antara lain hak untuk hidup, hak atas keamanan pribadi, hak untuk tidak dicampuri urusan pribadi, keluarga dan rumahnya, serta hak untuk dapat menikmati harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebijakan yang Pro-Pemodal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan negara Indonesia yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, telah sering melakukan perampasan tanah rakyat atas nama pembangunan. Pemerintah yang mempunyai tanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas bagi publik, dan selalu berhadapan dengan ketegangan yakni rakyat melawan negara dalam hal penggusuran. Alasan demi kepentingan umum yang dipakai sebagai dalih dalam melakukan penggusuran tidaklah dapat dibenarkan, pengambil-alihan disertai praktek cenderung represif dalam sengketa vertikal ini selalu berakhir dengan kekerasan. Tidak sedikit kasus penggusuran ini dibiayai pihak swasta (pemodal), dan Pemprov serta Kepolisian yang menjadi eksekutor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa terjadi hal ini? Keadaan ini bermula dari akumulasi kesalahan para pengambil kebijakan dalam menentukan ekonomi politik bangsa ini. Sistem ekonomi liberal yang dianut para penguasa kota, dimana mempercayai pasar bebas serta mementingkan perluasan pasar demi keuntungan sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Stiglitz pemenang nobel ekonomi tahun 2001 mengingatkan mengenai kebijakan ekonomi liberal yang dilakukan negara berkembang seperti Indonesia, telah terbukti selama ini tidak pernah menjadi solusi dalam pertumbuhan ekonomi bangsa, hal ini malah hanya akan memberikan ketidakstabilan ekonomi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut idealitas pasar bebas yakni akan terjadinya persaingan secara alamiah yang menghasilkan produk terbaik dan harga terbaik yang akan membentuk masyarakat sempurna dalam pembangunan tersebut. Padahal dalam kenyataannya pembangunan itu hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang yang kaya saja, fasilitas tersebut tidak bisa diakses bagi rakyat miskin apalagi menjadi alat dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan yang didasarkan kepada globalisasi menurut Stiglitz, tidak akan secara otomatis memberikan manfaat ekonomi pada orang miskin. Kemiskinan akan kian sulit dipecahkan, karena orang miskin hanya akan menjadi pihak yang selalu dikorbankan. Bentuk pembangunan seperti itu akan menjadi semakin mesra dengan praktek penggusuran, yakni rakyat kota yang menjadi korban dan miskin akan semakin tersisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini kota sebagai lahan yang menggiurkan bagi para pihak swasta, dimana kekuatan pemodal dapat mudah mengakses tanah rakyat dengan bantuan para penguasa melegitimasi tindakan penggusuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya kemiskinan perkotaan dan membuat korban yang umumnya kelompok miskin menjadi semakin miskin. Tempat tinggal mereka yang dihancurkan, kehilangan pekerjaan dan anak – anak akan meninggalkan sekolahnya karena harus membantu orang tuanya mencari nafkah. Tidak heran angka kemiskinan di Indonesia merangkak naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrrHt0mmcI/AAAAAAAAASg/WXgZGf2j1wY/s1600-h/298415249_49cd18a05e.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrrHt0mmcI/AAAAAAAAASg/WXgZGf2j1wY/s400/298415249_49cd18a05e.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317320827856132546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Kehilangan tempat tinggal yang layak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan pemerintah akan kebijakan ekonomi politik yang membawa negara sebagai poros ekonomi global. Menjadikan Indonesia tempat akumulasi permodalan yang membawanya ke proses globalisasi kapital dan akhirnya menyebabkan negara ini mengalami ketergantungan terhadap sentral kapitalisme dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran saat ini negara Indonesia sulit untuk mempunyai kedaulatan yang utuh dalam menentukan kebijakan ekonomi yang pro-rakyat. Karena terikat dengan semacam ketentuan para pemodal sepertihalnya dalam privatisasi. Pemerintah sepertinya kehilangan determinasi di dalam negerinya sendiri dalam menegakkan hukum untuk melakukan usaha preventif dari tangan-tangan rakus para tuan tanah perseorangan, pengembang, dan lembaga internasional, seperti Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah akan selalu dipengaruhi oleh saran pemodal yang mem-pressure agar selalu sesuai dengan keinginan para pemodal untuk memuluskan langkah bisnis mereka. Kedaulatan sepenuhnya dalam pemerintahan telah terkikis karena kesalahan dalam menentukan kebijakan awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana pemerintah sebagai kekuatan politik dan moral yang berkuasa seharusnya menghormati dan memenuhi hak asasi manusia rakyatnya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan melindungi warganya dari ancaman penggusuran. Dan juga bagaimana dalam keadaan di mana undang-undang internasional maupun undang-undang Indonesia mengijinkan terjadinya penggusuran. Karena penggusuran tidak dapat dihilangkan seiring dengan pembangunan, maka dari itu praktek penggusuran harus diatur lebih lanjut dan dipandang sebagai langkah paling akhir dalam penyelesaian sengketa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya terdapat beberapa hal agar permasalahan ini dapat dikendalikan secara berprikemanusiaan, yakni: Menerapkan regulasi sesuai standar internasional dalam hal penggusuran seperti tidak boleh mengakibatkan seseorang menjadi kehilangan tempat tinggal (homeless) apabila hal ini terjadi pemerintah harus berupaya mencari alternatif yang memadai. Penggusuran harus melalui koordinasi instansi atau departemen terkait dan juga melibatkan badan atau lembaga mengenai hak asasi manusia. Izin penggusuran yang telah disahkan setelah melalui proses publik yang adil dan transparan. Mengurangi penggunaan kekuatan yang berlebihan untuk menghindarkan dari tindakan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan penggusuran ini ialah permasalahan bangsa yang sangat mendesak, dan perlu sesegera mungkin mendapatkan penanganan secara serius. Disinilah pentingnya peran kekuatan gerakan sosial agar terus berupaya menggalang kekuatan rakyat supaya penegakan hak asasi manusia tidak terinjak oleh kesewenangan atau sikap otoritarianisme yang baru.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-2753685828524380461?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/2753685828524380461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/melegitimasi-perampasan-hak-atas-tempat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/2753685828524380461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/2753685828524380461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/melegitimasi-perampasan-hak-atas-tempat.html' title='Melegitimasi Perampasan Hak atas Tempat Tinggal'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/Scrqi07846I/AAAAAAAAASQ/k7aYNmI2dzw/s72-c/woman_tries_to_stop_forced_eviction_of_her_people_manaus_brazil_march_10_general_news_luis_vasconcelos_a_critica_-_zuma_press_2008_imagelarge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-73079923657204733</id><published>2009-01-02T19:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-25T19:27:07.530-07:00</updated><title type='text'>Peran Ganda Pers Dalam Bencana Bangsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrnsAlhVvI/AAAAAAAAASI/wyrn5073Q5A/s1600-h/a-journalist-with-helmet-and-bullet-proof-vest-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrnsAlhVvI/AAAAAAAAASI/wyrn5073Q5A/s400/a-journalist-with-helmet-and-bullet-proof-vest-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317317053321926386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berita media massa&lt;/span&gt; telah menjadi sumber yang sangat dominan bagi publik, dan kelompok secara kolektif. (McQuail: 1994). Tentunya peran media mengambil peranan besar dalam hal peliputan dan penyampaian informasi bencana terhadap masyarakat, namun tidak hanya cukup disana. Perlunya media pers berperan ganda dalam memberikan pencerahan terhadap publik, yang lebih edukatif, dan sebagai agen pemberi warta yang menggerakkan aktivitas sosial masyarakat.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya pada saat pasca bencana, peranan penting pers untuk membangun kesadaran maupun kepedulian sosial masyarakat. Pers dituntut proaktif dalam mensosialisasikan dan mengontrol kebijakan pemerintah, termasuk pelaksanaan di lapangan yang melibatkan banyak stakeholders. Bahkan yang perlu diwaspadai ialah terjadinya penyelewengan dana bantuan yang dikelola oleh pemerintah, swasta, ataupun lembaga sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya upaya pengalihan isu telah sering dilakukan oleh media di Indonesia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. yang bisa juga ditenggarai oleh kepentingan elit politik yang berkuasa. Dan tidak sedikit pula media telah melalaikan fokus pemberitaan pada ketidakadilan yang menimpa korban banjir saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya media pers merupakan suatu bisnis kuat yang selalu dijadikan sumber informasi bagi masyarakat luas. Sudah semestinya pers tidak terjebak dalam kepentingan pemberitaan, yang menyajikan berita hanya dinilai dari sisi komersilnya suatu berita saja, tetapi lebih mendahulukan kepentingan masyarakat yang mendesak.. Disinilah profesionalisme insan pers diuji dalam peran dan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka insan pers di Indonesia, dalam menyajikan pemberitaan semestinya mengutamakan kepentingan masyarakat yang bersifat urgent , berita yang disampaikan hendaknya lebih intensif dan fokus serta mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian dan pemahaman publik sangat dibutuhkan agar penyimpangan seperti intrik media massa untuk mengalihkan isu yang substansial dapat diantisipasi. Seperti tertuang dalam UU No 40/1999 bahwasanya masyarakat dijamin haknya memperoleh informasi yang diperlukan. Untuk itu masyarakat dapat melaporkan analisis mengenai pelanggaran hukum, etika, ataupun jika terjadi kekeliruan teknis pada pemberitaan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-73079923657204733?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/73079923657204733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/peran-ganda-pers-dalam-bencana-bangsa.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/73079923657204733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/73079923657204733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/peran-ganda-pers-dalam-bencana-bangsa.html' title='Peran Ganda Pers Dalam Bencana Bangsa'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrnsAlhVvI/AAAAAAAAASI/wyrn5073Q5A/s72-c/a-journalist-with-helmet-and-bullet-proof-vest-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-8842759874146679378</id><published>2009-01-01T21:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-25T19:28:30.202-07:00</updated><title type='text'>Polisi Razia Notebook Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrjkxtHwcI/AAAAAAAAASA/EV-LqxbvL8U/s1600-h/macvistabook.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrjkxtHwcI/AAAAAAAAASA/EV-LqxbvL8U/s400/macvistabook.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317312531021676994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seorang mahasiswa&lt;/span&gt; tampak serius membaca buku Sue Titus Reid, J.D., Ph.D berjudul Criminal Law, sementara di meja terletak buku Black’s Law Dictionary dari Bryan A. Garner. Ditempat lain nampak mahasiswi dengan buku textbook-nya Martin Dixon MA cetakan ulang tahun 1999, tertera Blackstone Press Limited yang berarti buku import.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diteliti, ternyata mahasiswa tersebut tidak perlu merogoh kocek banyak untuk membeli buku impor itu. Karena buku-buku tadi adalah barang bajakan, mereka cukup membelinya dipasar buku dengan mengeluarkan kas 40% dari harga aslinya. Tidak hanya buku impor saja melainkan buku lokal pun tersedia tiruannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi fenomena ini menimbulkan dampak positif seperti: memberikan kesempatan bagi pembaca yang memiliki dana yang sangat terbatas (khususnya pelajar) untuk membaca dan mendapatkan banyak literatur dengan biaya yang lebih murah. Tetapi disisi lain, hal ini akan menimbulkan pelanggaran akan perundangan di Indonesia khususnya dibidang hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak cipta merupakan isu paling diperhatikan dalam skala internasional dan nasional, Secara internasional, hak cipta merupakan masalah serius untuk diperhatikan terlebih setelah Indonesia meratifikasi Konvensi Bern melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1997 tentang Konvensi Bern untuk Perlindungan Karya Sastra dan Seni dan ratifikasi Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights Including Trade In Counterfeit Goods (TRIPs) yang merupakan salah satu lampiran pada naskah akhir Putaran Uruguay GATT (General Agreement on Tariff and Trade) melalui Undang Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (Agreement Establishing The World Trade Organization). Dengan ratifikasi tersebut, Indonesia wajib memberikan perlindungan bagi karya cipta baik dalam maupun luar negeri sesuai dengan perlindungan pada perjanjian internasional.Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC 2002) menempatkan buku sebagai salah satu bentuk ciptaan sangat perlu mendapatkan perlindungan hak cipta pada Pasal 12 ayat (1) butir (a) UUHC 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrhlUtV6ZI/AAAAAAAAAR4/gtczXARkSI0/s1600-h/1_budi+agus+riswandi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrhlUtV6ZI/AAAAAAAAAR4/gtczXARkSI0/s200/1_budi+agus+riswandi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317310341394590098" /&gt;&lt;/a&gt;Maka hal tersebut, menurut Ketua Pusat Studi HaKI UII Budi Agus Riswandi., SH. MHum., bahwa seluruh warga negara wajib menghormati hak moral dan hak ekonomi yang merupakan bagian hak cipta pencipta (dalam hal ini pengarang buku) dari sebuah karya cipta buku. Yang dimaksud hak moral pencipta pada ciptaan buku adalah hak untuk menjaga integritas buku dari intervensi pihak lain yang dapat merusak kreativitas pencipta (pengarang) buku, sedangkan hak ekonomis adalah hak yang dimiliki pencipta (pengarang) untuk menikmati keuntungan ekonomis dari setiap eksploitasi buku ciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktek banyak ditemukan pelajar dengan keterbatasan ekonomi untuk membeli buku asli karena harga mahal atau dikarenakan buku itu tidak dicetak lagi, sedangkan kebutuhan akan buku tersebut sangat mendesak, hal ini akhirnya mengambil jalan tempuh dengan cara fotocopy sebagian atau seluruh isi buku tersebut. Bagaimana dengan praktek penggandaan hanya untuk semata-mata kepentingan pribadi dan bukan untuk tujuan komersial? Menurut Budi, bahwa hal itu selama hal itu tidak bertujuan untuk komersial hal tersebut tetap sah kecuali dengan program komputer. Sebagaimana diatur dalam pasal 57 UUHC 2002 yaitu “Hak dari Pemegang Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 tidak berlaku terhadap Ciptaan yang berada pada pihak yang dengan itikad baik memperoleh Ciptaan tersebut semata-mata untuk keperluan sendiri dan tidak digunakan untuk suatu kegiatan komersial dan/atau kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan komersial.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, bahwa pelanggaran HaKI terhadap buku bajakan ini terletak pada pelanggaran hak ekonomi, dari segi moral pengarang memang tidak dirugikan karena buku tersebut tidak mengalami perubahan apapun dengan tetap mencantumkan identitas pengarang atau penerjemahnya. Tetapi dari segi ekonomi telah dilanggar, karena buku tersebut tidak mendapatkan royalty dari setiap buku yang diterbitkan. Maka status buku tersebut illegal karena dilanggar salah satu haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrfqgQDz9I/AAAAAAAAARw/ZwG5n1zuq-A/s1600-h/news715_img1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrfqgQDz9I/AAAAAAAAARw/ZwG5n1zuq-A/s400/news715_img1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317308231369084882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Copyrights or rights to copy?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Fakta mencatat bahwa bagi Amerika Serikat (AS) dan umumnya negara maju, perlindungan HaKI merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi mitra dagangnya. Jika hal ini diabaikan, AS akan menaikkan status negara mitra menjadi Foreign Priority Watch List dan memberikan sanksi dagang. Sanksi ini pernah diberikan kepada Ukraina dengan membatalkan ekspor negara itu ke AS senilai US$75 juta. Minimnya perlindungan HaKI tidak hanya mengancam perdagangan dan iklim investasi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia saat ini belum lepas dari Priority Watch List oleh US Trade Representative (USTR). Akibatnya, negara terancam akan tindakan retaliation/balasan di bidang ekonomi yang dapat dilakukan oleh pemerintah AS mempergunakan Special 301 yang ada pada United Trade Act. Apabila tindakan pembalasan ini menjadi kenyataan, kondisi perekonomian di Indonesia akan jauh lebih terpuruk. Posisi pertama diduduki oleh China dalam Priority Watch List oleh USTR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan, apa saja kendala penanganan pelanggaran hak cipta? “Tidak hanya undang-undang tetapi juga dikarenakan oleh kurang tegaknya Law Enforcement sebagai ujung tombaknya aparat kepolisian, serta sadarnya budaya hukum masyarakat yang dinilai masih kurang”, papar Budi. “Bahwa dalam menegakan HaKI bukan dengan delik aduan tetapi delik biasa, artinya ketika polisi melihat adanya pelanggaran dapat langsung ditindak lanjuti”, tambahnya. Banyak pihak menyimpulkan bahwa Intellectual Property Rights (HaKI) dipandang sebagai produk negara maju yang bersembunyi demi kepentingannya di WTO, namun berbeda apabila kita mengutip situs pikiran-rakyat.com dari Pusat Sumber Daya Informasi (PSDI) ITB Dr. Armein Z.R. Langi, M.Sc., Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pemberlakuan UUHC tidak perlu dilihat sebagai tekanan pihak luar. Peneliti, pendidik, wartawan, dan kalangan profesi lain harus melihat ini sebagai tonggak bersejarah, untuk pertama kalinya Indonesia menganggap informasi ada pemiliknya. Ada pengakuan kekayaan dan nilai ekonomis di balik itu. Meskipun benar bahwa ada tekanan-tekanan internasional dalam pemberlakuan Undang-undang No. 19/2002 tentang Hak Cipta, hal tersebut wajar karena Indonesia ikut dalam WTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman pidana dalam kasus pembajakan hanya berlaku untuk produsen, tetapi tidak untuk pengguna barang bajakan. Kecuali apabila jika karya intelektual yang dibajak tadi digunakan untuk tampilan di muka umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila penegakan hukum di Indonesia kuat, tidak menutup kemungkinan jika seorang mahasiswa memegang notebook dan polisi menduga software di dalam notebook tersebut palsu atau hasil bajakan, saat itu polisi bisa langsung melakukan pemeriksaan tanpa pengaduan. Dan bila terbukti barang tersebut akan disita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-8842759874146679378?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/8842759874146679378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/polisi-razia-notebook-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8842759874146679378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/8842759874146679378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2009/03/polisi-razia-notebook-mahasiswa.html' title='Polisi Razia Notebook Mahasiswa'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_WcmwvaTUM_w/ScrjkxtHwcI/AAAAAAAAASA/EV-LqxbvL8U/s72-c/macvistabook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7776991343123720814.post-957389327705009993</id><published>2008-10-17T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T08:11:44.175-07:00</updated><title type='text'>Patriotik Paman Sam</title><content type='html'>Di Arizona veteran perang Vietnam John McCain berbicara mengenai kekalahannya melawan kandidat dari Partai Demokrat. Menyikapi kekalahan dengan selalu mengutamakan persatuan seperti yang dilakukan McCain lazim banyak dipraktekan oleh para pemimpin Amerika Serikat.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;My friends, we have - we have come to the end of a long journey. The American people have spoken and they have spoken clearly. A little while ago, i had the honor of calling Senator Barrack Obama to congratulate him please to congratulate him on being elected the next president of the country that we both love.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;I urge all americans - i urge all Americans who supported me to join me in not just congratulating him, but offering our next president our good will and earnest effort to find wasy to come together, to find the necessary compromises, to bridge our difference, and help restore our property, defend our security in a dangerous world, and leave our children and grandchildren a stronger, better country than we inherited.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebuah confession akan kekalahannya, ia berbicara didepan ribuan pendukungya untuk memberikan selamat kepada Obama. Ia mengajak semua pendukungnya untuk tidak hanya memberikan ucapan "selamat", melainkan untuk bersama - sama untuk masuk kedalam barisan bangsa dalam memperbaiki sektor ekonomi, keamanan negara, semuanya itu ia ungkapkan demi mewariskan kepada generasi berikutnya lebih baik dari apa yang telah diwarisi generasi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut McCain mengungkapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;It is natural - it's natural tonight to feel some dissapointment, but tomorrow we must move beyond it and work together to get our country moving again. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;We fought - we fought as hard as we could.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;And though we fell short, the failure is mine, not yours.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kekecawaan yang wajar dalam pertarungan pemilu tidak menyurutkan McCain untuk turut ikut serta dalam membangun negaranya. Ia kembali mengajak para pendukung untuk ikut menyukseskan misi negaranya, kembali menarik gerbong kemajuan bangsa yang selama ini telah ditarik secara bersama sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Indonesia mau belajar dari pemilihan presiden di Amerika 2008. Terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden Amerika 2008 bukan soal yang penting. Namun bagaimana kedewasaan berpolitik mereka yang patut mendapatkan standing applause. Sebuah negara yang telah dewasa dalam berdemokrasi, harga yang mahal untuk sebuah bangsa Indonesia yang baru berumur 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti pemilu 2004 lalu di Indonesia, dimana kandidat yang kalah belum apa-apa sudah menyatakan genderang perang untuk memenangkan di pemilu yang akan segera datang di tahun 2009. Sikap tidak puas seperti ini mencerminkan mereka siap memenangi pemilu namun tidak mau kalah dalam rally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan terlebih mereka yang "percaya diri" mampu memimpin Indonesia, jika tidak dapat memberi contoh patriotisme terhadap negara, yang pada hakikatnya Indonesia satu milik rakyat bukan milik partai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7776991343123720814-957389327705009993?l=ruleroom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ruleroom.blogspot.com/feeds/957389327705009993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2008/10/patriotik-paman-sam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/957389327705009993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7776991343123720814/posts/default/957389327705009993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ruleroom.blogspot.com/2008/10/patriotik-paman-sam.html' title='Patriotik Paman Sam'/><author><name>Rully Y Achmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06287371442816906338</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_WcmwvaTUM_w/R9eu1Q9ya1I/AAAAAAAAAGc/8UjgltpIDsc/S220/Picblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
